Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta

TRANSRAKYAT - Sabtu, 3 April 2021 - 18:24 WIB
Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta
Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta - ()
Penulis
|
Editor

LEBAK, Transrakyat.com – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung menggelar bedah buku Karya Moh Ali Fadillah yang berjudul Dari Sunda Menuju Banten. Hadir dalam acara tersebut Penulis sekaligus Arkeolog Moh Ali Fadillah, Plt Ketua DPRD Lebak Junaedi Ibnu Jarta, Para Dosen STKIP, dan Para Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung. Acara dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai pada Sabtu (03/04/2021).

Dalam Sambutannya Junaedi Ibu Jarta berbicara tentang arkeologi indonesia tidak bisa mengesampingkan kaitannya dengan sejarah pendirian suatu negara. Seperti juga dibeberapa negara Eropa, Asia, dan Afrika, perkembangan disiplin yang lazim disebut ilmu purbakala, sejalan dengan kebangkitan suatu nation. Namun sebaliknnya, pada kondisi tertentu disiplin ini bisa saja memberi acuan bagi mekanisasi politik yang ekstrim.

Junaedi Ibnu Jarta menceritakan bahwa Buku yang memiliki 335 halaman ini membagi kedalam 3 bagian. Bagian pertama membahas tentang “Entitas dalam studi Arkeologi” dalam studi ini dijelaskan tentang ekspresi etnisitas dari budaya material, identitas etnik dalam bingkai nasional dan heterogenitas dan ruang geohistorik yang dimulai dari halaman 17 sampai 58.

Baca juga :

Sedangkan bagian kedua membahas tentang “Arkeologi Etnik dan Nasionalisme Budaya” dalam studi ini dijelaskan tentang: kontruksi kebudayaan dalam riset arkeologi, mengapa warisan budaya dilestarikan, prasasti cidahayang menuju mitigasi, cita lama disitus banten lama, kebudayaan bukankah urusan wajib dan politik kebudayaan, sekaranglah saatnya. Pembahasan tersebut terletak pada halaman 75 sampai halaman 158.

READ  Melalui Kursus Managemen, Kwarcab Lebak Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Di Tingkat Jajaran Kwarran

Junaedi Ibnu Jarta menjelaskan juga bahwa dalam buku tersebut setelah lebih dari separuh abad menjadi sejenis jargon politik, nasionalisme indonesia ”diperdebatkan kembali”. Sejauh pengetahuan saya, topik itu telah menjadi trend opini publik dalam berbagai temu wicara dan media massa menjelang dan sesudah krisis. Kritik sesungguhnya dilatari oleh kenyataan bahwa negara bangsa sedang berada dalam pressure ideologis, kesenjangan budaya yang mengancam integritas nasional dengan semakin maraknya isu kedaerahan bermuatan etnik dan isu kelompok bernuansa religius yang dianggap potensial mempelopori menaiknya ethnic –nationalism mengiringi politik desentralisasi terutama pasca orde baru (Era Repormasi).

“Di sinilah urgensinya melakukan kajian masalah etnik [atau sub etnik] dan identitas budaya dengan menggunakan konsep etnisitas. Dari pendekatan sosiologis, kita dapat mengenali gejala etnisitas melalui dua prespektif, yaitu primordial dan instrumental,” ucapnya.

Dalam perspektif primordial; kategori etnik didasarkan pada dasar-dasar budaya sama yang bersifat given seperti: mengacu pada asal-usul keturunan, tempat kelahiran, anutan agama, bahasa, adat istidatan dan praktek sosial lain. Sedangkan dari perspektif instrumental, konseptualisasi etnik dibentuk secara dinamis dan bersifat situasional dalam lingkup interaksinya dengan pembawa identitas budaya lain pada berbagai dimensi sosial dan institusional.

Baca juga :

Persoalannya, boleh jadi sebagai isu kedua, bagaimana konsep etnisitas diimplementasikan untuk membangun identitas etnik pada sebuah teritori yang sekarang dinamai Banten? Kecuali Betawi, keberadaan kultur Sunda dan Jawa di daerah Banten adalah fakta bahwa identitas budaya Banten dibentuk oleh dimensi primordial yang secara given bersumber pada dua great tradition. Pada dimensi ini, tidak perlu kita beranggapan bahwa Kultur Sunda dan Jawa Barat maupun di Jawa Tengah atau Jawa Timur, karena dalam kedua entitas itu terdapat akar budaya dan arah perkembangan sendiri dalam lintas waktu dan ruang. Maka, jika boleh dilandaikan, kita memang menemukan unsur budaya Sunda dan Jawa, namun yang lebih dirasakan adalah Banten’nya.

READ  Kanwil Kemenkumham Banten Adakan Program BPHN Mengasuh

“Di sinilah urgensinya melakukan kajian masalah etnik [atau sub etnik] dan identitas budaya dengan menggunakan konsep etnisitas. Dari pendekatan sosiologis, kita dapat mengenali gejala etnisitas melalui dua prespektif, yaitu primordial dan instrumental,” jelasnya.

“Dari buku yang berjudul dari Sunda menuju Banten, setelah dibaca, maka kita akan menemukan suatu ilham yang menarik tentang pengetahuan baru yang di era milenial ini perlu kita sampaikan kepada generasi-generasi muda bahwasannya, suku sunda dalam hal ini Banten, erat kaitanya dengan islam dan nasionalisme. Dalam konteks budaya kaitan islam dan nasionalisme bagian daripada pengejawantahan heterogenisme indonesia yang dinamis dan unik yang diturunkan oleh nenek moyang kepada kita sebagai generasinya. Maka dari itu tugas kita menjaga warisan itu dan menjalankannya sebagai perilaku berbangsa dan ber-agama,” tutupnya.(Mir/Red)

3 Komentar pada “Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta”

  1. […] Baca juga :Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta […]

  2. […] Baca Juga : Bedah Buku Dari Sunda Menuju Banten Karya Moh Ali Fadillah, Ini Tanggapan Junaedi Ibnu Jarta […]

  3. ecommerce berkata:

    Wow, wonderful weblog structure! How long have you
    been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is great, as well as
    the content! You can see similar here sklep internetowy

Tinggalkan Komentar

Terkini Lainnya

Bawaslu Kabupaten Lebak Bungkam Soal Dugaan ASN Masih Menjadi Panwascam

Bawaslu Kabupaten Lebak Bungkam Soal Dugaan ASN Masih Menjadi Panwascam

Uncategorized
Hasil Laporan atau Aduan Masyarakat Tahun 2022, Ombudsman Banten Selamatkan 7,5 Kerugian Masyarakat

Hasil Laporan atau Aduan Masyarakat Tahun 2022, Ombudsman Banten Selamatkan 7,5 Kerugian Masyarakat

Banten
Puluhan Rumah Milik Warga Di Gunung Anten Terendam Banjir

Puluhan Rumah Milik Warga Di Gunung Anten Terendam Banjir

Kabupaten Lebak
FISIP Universitas Pamulang Kota Serang Gelar Seminar Nasional “Pilkada dan Arah Pembangunan Provinsi Banten”

FISIP Universitas Pamulang Kota Serang Gelar Seminar Nasional “Pilkada dan Arah Pembangunan Provinsi Banten”

Banten   Nasional   Terkini   Trending
Relawan Kembali Sosialisasikan Andra Soni Calon Gubernur Banten

Relawan Kembali Sosialisasikan Andra Soni Calon Gubernur Banten

Banten
PN Cikarang Diminta Objektif Tangani Perkara Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Terdakwa Setyawan Priyambodo

PN Cikarang Diminta Objektif Tangani Perkara Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Terdakwa Setyawan Priyambodo

Berita
Meski Kejagung RI Membantah, KSST  Tetap Meyakini Terjadi Dugaan Korupsi Dalam Lelang Saham PT. GBU yang Merugikan Negara  Sedikitnya Sebesar Rp. 9,7 Triliun

Meski Kejagung RI Membantah, KSST  Tetap Meyakini Terjadi Dugaan Korupsi Dalam Lelang Saham PT. GBU yang Merugikan Negara  Sedikitnya Sebesar Rp. 9,7 Triliun

Hukum & Kriminal
Emak-emak Militan di Pandeglang Siap Menangkan Andra Soni Gubernur Banten Sekali Putaran

Emak-emak Militan di Pandeglang Siap Menangkan Andra Soni Gubernur Banten Sekali Putaran

Banten
Gen Z Milenial Kota Serang Deklarasi Andra Soni Calon Gubernur Banten

Gen Z Milenial Kota Serang Deklarasi Andra Soni Calon Gubernur Banten

Berita
Gen Z Milenial Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo Serang Masif Deklarasikan Andra Soni Calon Gubernur Banten

Gen Z Milenial Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo Serang Masif Deklarasikan Andra Soni Calon Gubernur Banten

Daerah
Gen Z Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo Cilegon Teriakan Andra Soni Gubernur Banten

Gen Z Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo Cilegon Teriakan Andra Soni Gubernur Banten

Berita
Terjadi Gotong Royong Dalam Dugaan Korupsi Lelang Saham PT GBU, Jampidsus Febri Ardiansyah dan Andrew Hidayat, Eks Terpidana Kasus Korupsi Dilaporkan ke KPK

Terjadi Gotong Royong Dalam Dugaan Korupsi Lelang Saham PT GBU, Jampidsus Febri Ardiansyah dan Andrew Hidayat, Eks Terpidana Kasus Korupsi Dilaporkan ke KPK

Berita
Fajar Aditya Mempertanyakan Muara Akhir Kasus Vina Cirebon? Netizen Terbagi Dalam 2 Kubu

Fajar Aditya Mempertanyakan Muara Akhir Kasus Vina Cirebon? Netizen Terbagi Dalam 2 Kubu

Berita
https://transrakyat.com/wp-content/uploads/2022/05/IMG-20220512-WA0078.jpg

Kak Seto Beri Penghargaan Kapolres Bogor

Aksi Heroik Anggota Satlantas Polres Lebak Uji Nyali Mandikan ODGJ

Viral Kapolsek Klapanunggal Bersama Dinsos Bogor Datangi Rumah Egi

Toko Adat Baduy Menangis Atas Pengrusakan Gunung Liman

Close Ads X